Semasa saya duduk di bangku SD saya belum tau yang
nama nya teman, atau pun sahabat, yang hanya saya tau saya mengenal wajah wajah
baru disana. Saat saya masih duduk di kelas 1 SD saya sering menyendiri dengan
keadaan yang sangat takut, karena tidak mengenal satu sama lain. Waktu demi
waktu , hari demi hari ku coba untuk bisa mengenal akan yang nama nya teman,
saya pun melihat di sudut kelas ada seorang anak se usia saya yang seperti nya
jauh lebih penakut di banding saya, dan saya pun mencoba untuk mendekatinya dan
mencoba untuk bertanya kepadanya akan hal apa yang sedang dia lakukan sendirian
di sudut kelas. Hari demi hari pun ku lalui lambat laun dia pun mulai mau
bercerita dan saya pun merasakan hal yang saya, saya pun merasa dan sambil
berkata, “ ternyata enak ya punya teman” sambil tersenyum.
Dengan keadaan yang saling mengenal sau sama lain
pun aku mencoba untuk bisa mendekat kan diri ku agar bisa saling bercanda,
tertawa, dan bersenda gurau satu sama lain. Tak terasa pun saya merasa sudah
sangat akrab, hampir 1 bulan lamanya saya tidak tahu siapa nama nya dan saya
pun mulai bertanya nama, alamat tempat dia tinggal. Tak terasa pertemanan ini
pun terasa lama dan sampai la pada saat itu kami beranjak dewasa dan tak terasa
pun kami sudah menginjakkan kaki di kelas 6 SD, sampai sejauh ini kami masih
duduk sebangku dan kami masih merasa kalo kami sudah seperti keluarga sendiri.
Dan di sela sela kesibukkan kami berdua, kami masih menyempatkan waktu untuk
bisa bermain keluar rumah, dikala waktu padat aku dan dia yang membuat kami
berdua tidak bisa bercerita lagi seperti waktu itu kami pun mencoba untuk
bertemu diluar jam sekolah.
Saat saat yang kami berdua inginkan dan saat itu lah
kami berdua mencoba untuk menceritakan keluh kesah dan letih keadaan sampai
kami tak bisa buat bersenda gurau lagi.tak terasa kini kami pun mulai menjauh
detik demi detik kami pun lupa akan nama nya sahabat, teman dan segalanya,kami
pun disibukkan dengan keadaan sekolah yang membuat kami lupa akan yang nama nya
waktu untuk berkumpul, waktu untuk bermain dan waktu untuk bercerita satu sama
lain. Dan kini pun keadaan nya kami mulai menjauh dengan keadaan.
Sekarang pun saya sudah masuk ke jenjang yang lebih
tinggi dari tingkat SD dan saya pun mulai kehilangan kontak teman atau bisa
dibilang sahabat, tak tau akan keadaan nya dan tak tau akan tinggal nya dimana,
dan yang saya tau, dia sudah tak lagi tinggal satu kota dengan saya, dalam
keadaan yang seperti itu saya merasa sepi dan merasa kehilangan karena hanya
dapat berteman dengan nya selama enam tahun. Dan saya harap esok lusa atau
nanti saya bisa berjumpa dengan nya dalam keadaan yang saya ingin kan dalam
keadaan dia ingat akan sosok diriku dan akan persahabatan kami yang telah kami
jalin selama ini,dan saya berharap dia tak melupakan sayta sebagai sahabat
kecil nya dulu yang pernah bersama sama dengan nya dalam keadaan susah senang,
sedih. Dan saya harap dia tak akan melupakan pesahabatan nya dengan saya yang telah
lama terjalin.

No comments:
Post a Comment