Friday, 5 February 2016

Perjalananku kekebun binatang


tak terasa lebaran idul fitri pun  tiba, aku bersama keluarga ku berlibur ke kampung halaman, dimana pada saat itu aku masih berumur 5 tahun.  Saat itu aku pergi kepantai bersama ayah dan ibu ku, saat itu aku masih blm bisa bisa buat dilepaskan begitu saja, karna aku masih harus diperhatikan sama kedua orang tua ku, karna umurku yang masih kecil untuk bisa bebas kesana kemari kurasa itu belium pantas. Tak terasa setelah lama bermain di pantai hatri pun sudah sore , selesai main pasir pantai pun aku dipanggil oleh ibu ku untuk segera mandi dan mekmbersihkan badan, karna waktu yang sudah menujukkan jadwal buat solat magrib. Aku pun dimandikan oleh ibu ku dengan penuh kasih saying, setelah mandi ibuku pun memakai kan aku seregam atau baju tidur. Malam pun tiba aku diajak buat tidur kekamar karna sudah saat nya jam tidur, ibu pun menemani ku tidur sambil membaca kan dongeng atau sebuah cerita yang membuat aku tertidur pulas.
Keesokkan hari nya aku pun dibangun kan oleh ibuku dan aku pun terbangun, lalu ibu mengajak ku untuk mandi pagi, karna kami hendak pergi ke taman rimba, dimana disana banyak berbagai macam binatan dalam segala bentuk. Aku pun senang dan segera bergegas mandi, selesai mandi aku lihat lah ayah ku telah siap untuk berangkat mengajak ku ke taman rimba dengan semangat pagi dan dengan langkah kecil aku pun bergegas naik kedalam mobil dengan keadaaan yang sangat bahagia. Di dalam perjalanan pun mataku merasa mengantuk, dan aku pun tertidur pulas, tak terasa akhirnya sampai la dimana tujuan dari orang tua ku mengajak ku tadi, dimana kami telah sampai di taman rimba. Dalam keadaan masih mengantuk akupun terbangun akan panggilan suara ibu ku yang membangunkan ku. Dengan keadaan y6ang masih ngatuk aku pun digendong dan diajak untuk melihat lihat binatang disana. Karena terasa asik melihat lihat aku pun merasa tertarik untuk turun dari gendongan ibu ku dan ibu pun menurunkan ku dengan keadaan yang semangat nya mulai memuncak , aku pun mencoba mendekati seekor binatang, yang kata ibu ku itu adalah gajah. Aku sanga tertegun heran melihat binatang itu karna saat itu aku masih belum tahu nama nama binatang dan bentung nya , dengan keheranan ku ayah ku pun mengajak untuk menaiki punggung gajah tersebut, dengan rasa takut dan tidak berani untuk naik, aku pun digendong oleh ayah ku untuk naik keatas punggung gajah tersebut. Dengan wajah yang masih ketakutan aku pun mulai tersenyum dan tertawa lebar saat sampai di punggung gajah tersebut, aku pun mulai berani untuk memegangnya . taklama aku berkeliling bersama ayah ku dengan menaiki gajah tersebut aku pun merasa capek dan ibu ku menggendong ku. Dengan wajah lelah aku pun diajak oleh ayah dan ibukuuntuk istirahat sejenak.

Tak terasa waktu pun sudah sore , dan ayah pun mengajak aku dan ibu pulang dengan suasana hati yang senang, bahagia da nada letih serta lelah, aku pun naik ke atas mobil dan pulang kerumah. sesampai nya dirumah aku pun dimandikan oleh ibu ku dan selesai mandi ibu pun memberiku makan. Setelah selesai makan ibu pun mengantarkan ku kekamar untuk ditemani tidurnya, Aku pun tertidur.

Cerita Tentang Liburan Kecilku Yang Tak Akan Kulupakan



  Pada saat liburan kelas 6 sekolah  dasar, aku dan keluarga ku pergi ke tempatsaudara ku di kota Bandung. Pada waktu aku benar-benar tidak ingin pergi ke tempat saudaraku, di karena kan aku sudah mempunyai janji bersama teman-teman ku. Tapi ayah dan ibu ku bersikeras untuk mengajak ku ke tempat saudaraku yang berada di  Bandung itu. Akhirnya kami pun berangkat menuju ke Bandung, setelah sampai disana kami pun di terima dengan gembira. Saudara-saudara yang jarang ku jumpai mereka ada disana, tapi disana aku merasakan  ada yang beda. Kareana ada sesok wanita yang seumuran dengan ku yang sangat cuek., seperti tidak mengininkan kedatangan kami.  Keesokan nya pun aku mau tak mau harus terbiasa dengan keadaan ini, aku melihat seorang gadis kemarin yang sangat cuek dan dia melihat kearahku dengan tatapan yang tajam.  Tapi aku memberanikan diri untuk menegurnya, apa yang ku dapat setelah aku menegurnya? Aku seperti tidak di anggap ada di dekat nya, penasaran ku pun semakin besar kenapa aku bisa di benci nya. Aku pun tak patah semangat untuk mencari jawaban nya, ya walaupun harus di cuekin, di diemin dan di marahin nya itu tidak pernah aku ambil hati.
Sampai pada suatu saat di memanggilku, tersentak hati ku mendengarnya ada gerangan sampai dia akhirnya mengagap diriku ini ada disekitarnya. Ternayata aku sedang dicariin oleh pakde ku untuk di ajaknya memancing, huuu sungguh hal yang paling ku benci, tapi setidaknya dia mengagap ku ada. Setelah kami pulang dari memancing, aku bergegas menemui nya dan ingin berbicara banyak bersama nya dan dia pun menerima tawaran ku asalkan dia di belikan es krim, hahaha sungguh cewek yang aneh. Kami pun pergi ke halaman belakang rumah saudaraku itu dengan membawa es krim  yang di minta nya. Kami pun akhirnya mencerita kan tentang kehidupan kami masing-masing. Sampai ketika aku pun menanyakan kenapa waktu pertama kali bertemu dia membenciku, dengan tatapan yang penuh emosi dia lantas menjawab nya aku  pun penasaran apa yang ingin dikatakan nya. Akhirnya dia pun menceritakan nya kenapa di membenciku pertama kali kami bertemu, alasanya adalah mereka sebernya sudah membuat rencana ingin berkunjung ke rumah ku. Tapi karena ayahnya ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan jadi rencana mereka pun gagal dan dia pun kecewa. Karena ayah nya tau kalo dia kecewa akibat gagal berkunjung kerumah ku,  akhirnya ayahnya menelpon ayahku untuk berkunjung kerumah nya. Dia ingin sesekali berlibur ke kota lain yang jarang di kunjungin, dia pun sempat berpikir pasti asik jika belibur di rumah ku soalnya rumahku ada di pulau Sumatera tepatnya di kota Palembang. Dan dia pun menyuruhku untuk tetap di halaman belakang rumah, dengan penuh penasaran aku menunggunya disinin sambil memikirkan apa yang ingin dilakukan nya hingga aku disuruh menunggunya disini. Setelah 10 menit  dia datang dengan membawa kotak di tangan nya, aku pun bertanya-tanya untuk apa kotak tersebut? dan dia pun menyuruhku membuka nya. Ternyanta dia memberikan ku baju untuk hadiah yang telah di siapkan nya untuk berkunjung ke rumah ku. Aku pun kaget dan masih bertanya pada diriku sendiri, cewek yang cuek dan dingin seperti itu bisa membuat ku menjadi sangat bahagia dengan memberiku sebuah baju. Dia pun tersenyum dan meminta maaf kalo selama ini dia mencuekan ku, aku pun menjadi merasa sangat malu karena aku datang tanpa menyiapkan hadiah atau oleh-oleh dari kota ku.
Dari cerita di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tidak seharusnya kita menilai sesorang dari hanya sekilas kita melihat atau memandang nya.  Kita harus mengenalnya dulu sebelum kita bisa menyimpulkan apa yang kita lihat baik atau buruk. Demekian cerita tentang liburanku yang tak akan pernah kulupakan, semoga dapat memberi manfaat. Terima kasih.
  


Bermain Layang-Layang



    Permainan ini sangat popular ditengah masyarakat yang dimainkan oleh anak-anak khususnya anak laki-laki. Cara memainkannya pun sangat mudah dan hanya mengandalkan arah mata angin dengan mengulurkan seutas benang yang panjang. Permainan ini adalah hobi saya diantara permainan yang lain karna dengan ini saya bisa meluangkan waktu untuk membuat dan memainkannya serta bisa meningkatkan kreatifitas yang dimiliki saya sejak dini tanpa harus memaanfatkan teknologi yang sekarang sangat digandrungi dimasa kini. Cara membuatnya pun sangat mudah dan murah alat dan bahan bisa diambil dari alam yang ada seperti bambu. Saya sering membuat sendiri permainan ini awal pembuatannya saya harus mencari bambu yang ada di hutan karna saya tinggal didesa dengan banyak tumbuhan jadi mudah untuk menemukan tumbuhan ini dipinggiran desa saya, untuk mencari bambu di butuhkan ketelatenan untuk memilih bambu yang sudah siap panen dengan ciri-cirinya bambu tersebut memasuki umur beberapa bulan atau sebesar lengan tangan orang dewasa dan ambil secukupnya saja yang kita butuhkan kira-kira 2-3 meter ini bisa membuat layang-layang sederhana. Setelah medapatkan bambu yang diinginkan kita potong sesusai ukurannya dengan panjang dan lebar yang diperlukan hingga bisa membentuk belah ketupat. Cara memotongnya pun tidak sembarangan kita harus memotong bambu 2 bagian dengan memanjang dan memipihkan bambu dengan ketebalan 1cm agar bambu mudah dibentuk sesuai dengan lekukan layangan. Kemudian bambu diikat menggunakan seutas benang jahit menjadi satu dengan membentuk symbol tambah. Setelah selesai menyatukan bambu kita beri benang disamping laying hingga mengelilingin bentuk layangan tersebut. Lalu kita mencari keseimbangan layang-layang agar saat diterbangkan laying-layang tidak berat kekiri ataupun kekanan karna dalam proses pembuatan laying ini yang diperlukan untuk mendapatkan layang yang bisa diterbangkan dengan keseimbangan yang pas di udara. Sesudah menyelesaikan proses tersebut kita lanjutkan dengan memasangkan kertas warna yang biasa disebut dengan kertas minyak. Pemasangan kertas ini untuk menarik mata yang melihat karna warna yang kita pasang dilayang-layang. Selain itu kertas dijadikan untuk menerbangkan laying dengan melawankan laying kearah mata angina berhembus dengan demikian layang-layang bisa terbang dengan keseimbangan yang sudah diuji. Dalam tahap ini harus diperhatikan dalam peneleman pada tepi layang-layang untuk memastikan kekuatan pengeleman saat terkena angina diudara kemudian jika semua sudah selesai tahap terakhir adalah pemasangan benang nilon yang digunakan untuk menerbangkan layangan. Saat layangan siap diterbangkan kita harus tahu arah angina berhembus dan kita haruslah berlawan dengan arah angin untuk mendapatkan daya tekanan dari angina tersebut jika kita menerbangkan layangan dengan searah maka layangan tersebut tidak akan terbang melainkan akan terjatuh. Memainkan layangan ini sangatlah mudah hanya dengan mengayuhkan tangan dan tarik-ulur benang hingga layangan menjulang tinggi diatas awan. Jika kita bermain didesa seperti saya cukup mencari tempat yang mempunyai panjang dan lebar seperti lapangan sepak bola ataupun mencari tempat yang tidak ada pohon besar dan tinggi karna hal ini bisa terganggunya layang-layang untuk terbang dan bisa tersangkutnya diranting pohon namun jika kita bermain  dipinggir jalan raya ini sangatlah tidak baik untuk keselamatan dimana kita bisa membahayakan diri sendri maupun orang lain terutama pengguna jalan raya itu sendiri ini dikarenakan benang yang sangat panjang dan melintang dijalan raya saat layang-layang yang kita terbangakan jatuh dan benang tersebut bisa melukai pengguna jalan lainnya.

Bertualang dikebun jeruk


Pada hari libur saya dan teman-teman saya sebut saja dedi, rido dan wawan pergi kekebun jeruk. Perkebunan ini terletak dipertengahan hutan yang dikelilingin oleh beberapa perkebunan milik warga setempat yang ada dimuara bulian Kabupaten Batanghari. Sebelum berangkat ke perkebunan jeruk saya dan teman-teman berkumpul disalah rumah teman kita yaitu wawan. Wawan ini adalah anak dari pemilik perkebunan jeruk yang luas dan kami sering bermain diperkebunan milik ayahnya ini. Saat berkumpul kita selalu memohon dan berdoa sebelum berangkat untuk keselamatan kita disepanjang perjalanan hinngga mencapai tujuan selanjutnya kita mensiapkan perbekalan dan kendaraan yang akan kita pakai saat perjalanan. Jarak antara tempat berkumpul dengan perkebunan sangat jauh kurang lebih 5 Km dan kami menempuhnya dengan sepeda roda dua. Setelah mensiapkan semuanya kita pun berangkat menuju perkebunan jeruk sebelum matahari menjulang tinggi diatas kita. Dengan kebersamaan kita berakat dengan ceria diwarnai canda-tawa yang sering dilakukan oleh dedi. Dedi adalah teman yang sangat baik karna dia bisa membuat kita tertawa saat bersama dan sangat penakut. Selama perjalanan kita melihat pemandangan perkebunan yang terbentang luas milik warga yang sangat memukau selama mata memadang. Kita pun menggayung sepeda yang kita kendara hingga Rido sangat kelelahan di tengah perjalan dan kita pun berhentian beristirahat dengan perbekalan yang kita bawa dari rumah wawan tadi. Rido adalah teman yang berbadan besar tidaklah heran kalau dia cepat sekali kelelah. Setelah lima menit kita beristirahat kita pun melanjutkan perjalan karna jarak yang kita tempuh sangatlah jauh. Tidak lama kemudia dari perjalanan kami melihat banyak sekali kera hutan yang sedang mencari makan dipinggir jalan kita melintas. Kita pun berhenti dan bermain jaga dengan kera tersebut wawan dan saya pun turun  dari sepeda untuk memberi makan kepada kera dari sisa perbekalan yang kita bawa. Disini kita masih bisa menemukan banyak hewan yang berkeliaran dihutan karna ditempat kami tidak boleh memburu ataupun membunuh hewan yang ada disini untuk kelestarian mereka. Setelah memberikan makanan kita melanjutkan perjalanan dengan sangat tergesa-gesa karna waktu sudah menujukan siang dan matahari sudah ada diatas atas kita agar perjalanan kita tidak kepanasan. Selama perjalanan kita banyak sekali menghadapi haling rintang seperti jalan yang rusak disaat ini kita sangat kesusahan untuk melewati jalan tersebut hingga kita turun dan menuntun kendaraan hingga bisa melewati jalan yang rusak tersebut. Tidak lama kemudian pun kita menemukan lubung milik seorang warga ini menandakan bahwa pejalanan kita sudah hampir sampai diperkebunan milik wawan. Setelah mengayuh kendaraan kita cukup lama kita sampai diperkebunan disana kita disambut oleh ayah wawan yang sudah lama sampai disana. Hari ini adalah waktu memanen hasil perkebunan kita membantu ayah wawan hingga selesai. Buah yang dihasilkan diperkebunan ini sangat banyak dan berkualitas dengan rasa yang sangat manis dengan ukuran yang sangat besar kita sangat senang membantu memetik buah jeruk dan kami bisa memakan buah jeruk ini sepuasnya. Memakan jeruk ini sangat baik untuk tubuh kita karna mengandung banyak vitamin c dan bisa untuk menghilangkan haus setelah berkendara seharian bersama teman-teman. Setelah membantu memetik jeruk kita pun pulang karna hari semakin sore dan kita harus segera pulang agar kita tidak bermalam dihutan yang sangat rimba ini. Kita pun berpamitan kepada ayah wawan yang sedah memilah buah jeruk tidak juga itu kita dibekalin buah jeruk untuk perbekalan perjalanan. Kita pun pulang dengan mengendari sepeda yang kita kendarakan secara perlahan.

memancing bersama teman-teman



Memancing adalah salah satu hobi dimasa kecil yang sangat digemarin di diantara kegiatan yang lain. Dimana memancing bisa memperatkan pertemanan yang ada dimasa kecil dengan teman-teman. Sebelum pergi memancing kita siapkan peralatan dan bahan untuk memancing seperti mata kail pancing, benang pancing dan stik pancing yang bisa dibuat dari kayu yang panjang ataupun bambu yang panjangnya sekitar 5-6 meter sedangkan bahan atau umpan yang perlu disiapkan untuk memancing adalah cacing bisa juga menggunakan bahan yang sudah tersedia ditoko. Saya dan teman-teman biasanya menggunakan cancing sebagai umpannya karna ini sangat praktis dan gratis tanpa harus membeli. Sebelum pergi memancing biasanya kita membuat janji terlebih dahulu dan menentukan tempat berkumpul agar kita bisa mempersiapkan dan pergi secara bersama-sama. Jika sudah ada kesepakatan kita berkumpul dan kebetulan tempat berkumpul ada dirumah saya. setelah bekumpul dan sudah mensiapkan keperluan yang dibutuhkan kita pun berangkat ke salah satu sungai yang ada di desa kita yang sangat mudah dijangkau karna sungai ini hanya beberapa ratus meter dari desa kita. Didesa kita sangatlah banyak anakan sunngai yang banyak ikan besarnya kita pun berencana mengelilingin anak sungai tersebut agar mendapatkan ikan yang banykan. Tidak lama kita menemukan tempat  memancing yang sangat bagus dan strategis  kita langsung saya mensiapkan kail dan umapan lalu menyatukan sekedua kemudian langsung  melemparkan kail ke sungai begitu pun teman-teman saya yang tidak bisa menunggu untuk memancing. Memancing disungai ini kami lakukan dari pagi hingga siang hari karna jika kita pergi memncing sore kita tidak bisa bermain dengan teman dari desa lain. Tidak lama kemudian mata kail yang saya lemparkan pun disambar oleh ikan saya langsung menariknya ketepian tapi sayang ikan yang memakan kail saya lepas mukin ini belom hasil saatnya saya memasang umpan kembali dan melemparkannya kembali kesungai dan berharap mendapatkan ikan yang lebih besar. Tidak lama dari saya teman yang ada disamping saya mendapatkan tarikan dari ikan dia pun menarik kail ketepian secara perlahan dan akhirnya mendapatkan ikan yang lumayan besar sesampainya kail ditepian dia mengangkat ikannya ke dasar dan memperlihatkan ikan tersebut kepada yang lainnya dengan sombongnya. Karna belom  puas untuk mendapatkan ikan yang lebin besar dia memasang kail pancingnya dan memberikan umpan lalu dia melemparkan kembali kailnya ke dalam suangai. kali ini kita menunggu umpan yang kita lemparkan tak kunjung juga disambar oleh ikan akhirnya kita mencari tempat yang lain yaitu ilir sungai yang kata masyarakat banyak ikan yang besar. Kita pun menuju kesana dengan melewati semak-semak yang rimbun. Sebelum  sampai ke ilir sungai kita beristirahat dengan perbekalan yang kita bawa dari rumah saya. Sekitar lima menit beristirahat  kita melanjutkan menuju keilir sungai dengan semangat karna keadaan isi dalam perut yang sudah isi. Lumayan jauh untuk mencapai ilir sungai karna tidak ada jalan menuju kesana dan karna kita membawa alat seperti arit ini bisa memudahkan kita berjalan disemak-semak ini. Setelah melewati semuanya akhirnya kita menemukan aliran sungai yang dimaksud, benar saja tempatnya sangatlah strategis untuk memancing kita langsung saja memcari tempat yang cocok untuk melemparkan kail pancing. Tidak lama menunggu teman-teman sudah mendapatkan ikan yang besar dan saya pun menyusul mendapatkan ikan yang lebih besar. Karna matahari sudah berada diatas kita pun pulang sesampainya rumah kita pun menikmati hasil dari memancing disungai.

Pergi kepasar bersama ibu


Pada hari jumat saya dan ibu saya pergi kepasar dengan mengendari sepeda motor kesayangan keluarga. Saya dan ibu saya berangkat dari rumah yg terletak di desa Penerokan,kecamatan Bajubang darat Km 42,kabupaten Batanghari, jambi Sumatra Selatan yang memerlukan waktu 30menit untuk sampai tujuan yaitu pasar jumat. Untuk mencapai pasar saya dan ibu harus melewati perkebunan karet yang sangat rimbun dikarenakan mayoritas pekerja penduduk desa Penerokan adalah petani karet atau sering disebut dengan penyadap getah. Sesampainya dipasar saya dan ibu memparkirkan kendaraan kita agar aman dari pencurian. Sesudah itu saya dan ibu saya langsung masuk kedalam pasar untuk berbelanja.
Dipasar Penerokan ini banyak sekali bebagai barang yang dijual dari berbagai daerah maupun dari luar daerah yaitu pulau padang. Saya dan ibu saya melihat banyak penjual sayur dibagian belakang pasar dan ibu saya sangat senang dengan apa yang dijual dipasar penerokan ini karena dipasar penerokan sudah tertata rapi buat penjual dan sangat memudah bagi pembeli untuk memilih dan mebeli ataupun ada tawar-menawar harga yang dijajakan oleh penjual ibu pun membeli sayur sangat banyak. Setelah membeli sayur ibu dan saya membeli pakaian yang terletak dibagian timur pasar. Pakaian dipasar ini tidak kalah saing dengan pakaian yang ada dikota besar harganya pun sangat terjangkau untuk para pembeli. Kemudian setelah berbelanja pakaian saya ditawarkan mobil mainan ini yang sangat saya suka dan saya tunggu-tunggu memilih mainan yang saya suka. Saya pun memilih mobil yang besar dan saya sangat senang berbelanja dan tidak lupa ibu membeli buah kesukaan yang saya suka yaitu buah apel yang sangat manis. Saya sangat senang pergi dengan ibu kepasar karena dengan ini saya bisa meminta dibelikan apa yang saya inginkan. Setelah berbelanja saya dan ibu pun menuju keparkiran untuk mengambil kendaraan untuk menuju pulang kerumah. Diparkiran ini sangatlah aman karna tempat sudah diatur dan disusun secara rapi, ini yang membuat parkir ini sangatlah rapi dan selain itu parkir dijaga oleh beberapa security atau hansip yang siap melayani dan mengayomi masyarakat yang ingin berbelanja dipasar tersebut. Selama perjalanan pulang saya dan ibu menikmati suasana rimbunnya pohon karet yang terbentang luas milik warga sekitar yang sangat indah dipandanng mata kita. Sesampainya dirumah saya dan ibu disambut oleh ayah yang sudah menunggu dirumah lalu kita membuka hasil dari perbelanjaan yang sudah kita beli dipasar dan menikmati buah yang sudah kita beli. Kemudian ibu memasak sayuran yang sudah dibeli olehnya untuk dijadikan sajian makan malam oleh keluarga sedangkan saya memainkan mainan yang sudah dibelikan oleh ibu dihalaman rumah bersama teman-teman dengan sesuka hati. Tidak lama kemudian ibu memanggil saya pun menghampiri ibu ternyata masakannya sudah matang dan saya diharuskan merasakan hasil masakannya. Ternyata masakan sangatlah enak dan lezat tidak ada bandingannya dengan masakan lainnya saya bangga punya ibu super hebat. Hari semakin menuju malam saya pun bergegas menuju kekamar mandi untuk membersikan badan yang sangat kotor. Setelah mandi saya pun berkumpul bersama keluarga untuk melakukan ibadah bersama disinilah rasa kebersamaan sangat terasa karna keluarga tiang utama dalam keluarga yang bahagia kemudia setelah ibadah kita lanjutkan untuk makan bersama yang sudah dimasakan oleh ibu yang dibeli dari pasar bersama saya dipasar.

Hidup Bersama Orang Yang kucinta


Saya terlahir dari keluarga yang sederhana, dimana kehidupan saya dan keluarga saya sangat berkecukupan dan tidak pernah ada kata kekurangan. Saya lahir dengan kedua orang tua yang mau merawat saya dengan kasih sayang dan cinta kasihnya. tak terasa kini saya beranjak dewasa dimana kedua orang tua saya telah yakin akan melepaskan saya kemana saja, karna saya bukan anak kecil lagi. Kedua orang tua saya sangat menyayangi saya, dalam keadaan apapun, mereka selalu ada buat saya dikala senang maupun susah.
Sewaktu seketika saya mengalami kesusahan, karna tidak ada lagi tempat untuk berbagi cerita, yang saya rasa sudah sangat tidak bisa di simpan sendiri dan akhirnya saya pun menceritakan keluh kesah saya kepada ibu saya, dengan hati yang sedikit sedih ibu saya pun mendengarkan cerita saya. Dengan sauna haru ibu saya mendengarkan apa yang saya ceritakan dia pun merasa sedih dan mencoba untuk membuat hati saya tabah. Saya merasa tenang akan kata kata ibu saya tersebut. Lambat laun nya waktu tak terasa hari pun teolah sore , tak lama kami bercerita ayah saya pun pulang dalam keadaan sedikit seperti orang yang sedang keletihan akan menghadapi hari dan mencari nafkah untuk anak-anak nya. ayah saya pun berusaha untuk terus bisa bekerja agar kelak anak anak nya sukses dalam dunia. Tak hanya itu , ayah saya pun mengajarkan anak anak nya untuk tidak lupa kepada allah swt, agar selalu mengingat dalam keadaan apapun.
Melihat letih nya ayah yang baru pulang kerja saya pun bergegas membuat secangkir kopi yang hendak saya buat untuk ayah saya yang sedang letih kerja membanting tulang. Ayah saya hanya bertekad kelak anak anak nya bakal bisa lebih dari dia. Dan itu tidak menjadi beban buatku, seiring berjalannya waktu dan berjalannya umur saya yang semakin tua, ayah saya pun telah berhasil menyekolahkan anaknya sampai saya melanjutkan universitas yang sekarang saya jalani ini, dan telah berhasil membuat kakakku wisuda serta adikku yang sebentar lagi mau melanjutkan universitas yang ia inginkan, orangtua ku ingin anak anaknya kelak akan sukses dan pastinya lebih dari orangtuanya, itu telah membuatnya bangga dan terharu terhadap anak anaknya, kedua orangtua saya juga tidak mengeluh apa yang terjadi didalam keluarganya, mereka terus bersyukur apa yang telah diberi oleh allah swt.

Sekarang saya sedang menyusun skripsi saya untuk mengejar cita cita saya selama ini, saya berusaha untuk seperti ayah saya yang tak pernah kenal lelah dan mengeluh, dan saya pun mulai belajar untuk tidak mengecewakan ayah saya. Niat saya Cuma satu agar bisa buat kedua orang tua saya bangga akan saya nanti nya, dan akan senang akan keadaan saya yang saya peroleh, agar bisa buat mereka bahagia. Dengan keadaan saya sekarang harap dapat menolong orang tua saya nanti nya dalam kesusahan dan dalam kesedihan nya nanti nya, dan saya harapkan dia kelak bahagia akan saya dan bisa membawa baik nama keluarga ayah saya. Semoga kehidupan yang saya alami ini dapat dialami oleh orang lain njuga yang nantinya bakal hidup bahagia seperti di kehidupan saya saat ini, saya harap orang tua saya sehat dalam keadaan apapun  sampai melihat saya sukses nanti.

Teman Lamaku


       
     Saya mempunyai teman kecil yang bernama Yuni, dia yang dulunya sempat satu sekolah dengan ku dan duduk sebangku selama enam tahun dibangku Sekolah Dasar yang lokasinya tidak jauh dari rumah saya.  Dia anaknya memang pendiam dan suka menyendiri dikelas tapi hatinya baik, dia juga mempunyai keluarga yang ramah terhadap orang lain. Dulunya kami sempat tinggal dalam satu RT dan sekarang dia sudah pindah tidak tahu kemana perginya. Selama enam tahun duduk di bangku Sekolah Dasar kami berteman tidak ada yang namanya musuh ataupun saling iri satu sama lain, pertemanan kami bisa dibilang sederhana seperti pertemanan biasa yang dilakukan orang orang, misalnya saling membantu mengerjakan tugas dalam belajar, menyontek, tidak pelit, dan tidak pernah egois. Ketika pengambilan  rapor kenaikkan kelas 6 kami menunggu didepan  kelas untuk hasil pembelajaran kami selama ini, dan ternyata hasilnya pun memuaskan walaupun kami tidak ada yang mendapat peringkat dikelas dan alhamdulillah kami naik kelas 6, alhasil kami sangat senang dan berteriak sambil meloncat loncat karna sekelas dan duduk sebangku lagi, tidak terasa lama ketika kita sudah duduk di kelas 6 sekolah mengadakan perpisahan yang berlibur ke candi, tentunya waktu itu kami ikut dan duduk dibagian depan sebelah supir itupun kami duduk berpangku pangku karna tidak kebagian kursi, pengalaman itu sangat lah seru dan membuat hati saya terharu  kalo diingat pengalaman kami dulu. 3 tahun kemudian seiring berjalannya waktu kamipun sudah beranjak dewasa dan sama sama sudah duduk dibangku SMA. Sejak itulah kamipun tidak ada berkontak-kontakkan ataupun menghubungi satu sama  lain dan dimaklumi kita juga sudah kelas 3 SMA pasti sibuk dengan kata belajar, belajar dan belajar untuk menekuni apa yang dicita-citakan dan meneruskan apa yang kita impikan selama ini.

            Tapi telah lama kami tidak bertemu, dia pun menghubungi saya lagi entah dapat dari mana kontak saya itu, tidak lama kami saling membalas sms lewat handphone esoknya diapun kerumah saya untuk main dan bercerita tentang pengalamannya, wajar kami juga sudah kelas 3 SMA cerita nya pasti berbagi pengetahuan mau kuliah dan ambil jurusan apa besoknya dan  kerja dimana esoknya. Ternyata dia sudah mempunyai tujuannya untuk menjadi dosen di Universitas yang dia inginkan, saya pun disini juga sudah mempunyai tujuan tersendiri yang ingin menjadi seorang bisnis yang dapat mengembangkan atau menjalankan perusahaan orang lain, iya sih terlalu tinggi keinginanku, tapi menurutku untuk mencoba sesuatu hal itu tidak ada salahnya. Saya pun bertanya kepadanya dimana dia tinggal sekarang supaya saya lebih mudah untuk menghubunginya nanti, tidak lama kami berbincang dia pun pulang, sebelum dia membuka pintu untuk keluar dari rumah saya, saya pun berkata dengannya jika kita sukses dengan tujuan kita masing masing dibidang apalah itu yang membuat kita menjadi orang yang sukses kedepannya saya berharap jangan ada yang lupa dan sombong satu sama lain seperti kejadian  lima tahun yang berlalu, dia termenung sejenak dan menganggukkan kepalanya dan berkata hal yang sama denganku, kami pun berpelukkan sebelum ia pulang, pengalaman ini sangatlah membuatku terharu jika kita ingat. Semenjak itulah aku baru mengetahui apa arti teman yang benar benar teman dan mana teman yang sekedar baik didepan kita, janganlah kita salah memilih teman dan jangan lah terlalu memilih milih teman, itu perbuatan yang tidak baik.

Pertemuan Di sekolah Dasar


Semasa saya duduk di bangku SD saya belum tau yang nama nya teman, atau pun sahabat, yang hanya saya tau saya mengenal wajah wajah baru disana. Saat saya masih duduk di kelas 1 SD saya sering menyendiri dengan keadaan yang sangat takut, karena tidak mengenal satu sama lain. Waktu demi waktu , hari demi hari ku coba untuk bisa mengenal akan yang nama nya teman, saya pun melihat di sudut kelas ada seorang anak se usia saya yang seperti nya jauh lebih penakut di banding saya, dan saya pun mencoba untuk mendekatinya dan mencoba untuk bertanya kepadanya akan hal apa yang sedang dia lakukan sendirian di sudut kelas. Hari demi hari pun ku lalui lambat laun dia pun mulai mau bercerita dan saya pun merasakan hal yang saya, saya pun merasa dan sambil berkata, “ ternyata enak ya punya teman” sambil tersenyum.
Dengan keadaan yang saling mengenal sau sama lain pun aku mencoba untuk bisa mendekat kan diri ku agar bisa saling bercanda, tertawa, dan bersenda gurau satu sama lain. Tak terasa pun saya merasa sudah sangat akrab, hampir 1 bulan lamanya saya tidak tahu siapa nama nya dan saya pun mulai bertanya nama, alamat tempat dia tinggal. Tak terasa pertemanan ini pun terasa lama dan sampai la pada saat itu kami beranjak dewasa dan tak terasa pun kami sudah menginjakkan kaki di kelas 6 SD, sampai sejauh ini kami masih duduk sebangku dan kami masih merasa kalo kami sudah seperti keluarga sendiri. Dan di sela sela kesibukkan kami berdua, kami masih menyempatkan waktu untuk bisa bermain keluar rumah, dikala waktu padat aku dan dia yang membuat kami berdua tidak bisa bercerita lagi seperti waktu itu kami pun mencoba untuk bertemu diluar jam sekolah.
Saat saat yang kami berdua inginkan dan saat itu lah kami berdua mencoba untuk menceritakan keluh kesah dan letih keadaan sampai kami tak bisa buat bersenda gurau lagi.tak terasa kini kami pun mulai menjauh detik demi detik kami pun lupa akan nama nya sahabat, teman dan segalanya,kami pun disibukkan dengan keadaan sekolah yang membuat kami lupa akan yang nama nya waktu untuk berkumpul, waktu untuk bermain dan waktu untuk bercerita satu sama lain. Dan kini pun keadaan nya kami mulai menjauh dengan keadaan.

Sekarang pun saya sudah masuk ke jenjang yang lebih tinggi dari tingkat SD dan saya pun mulai kehilangan kontak teman atau bisa dibilang sahabat, tak tau akan keadaan nya dan tak tau akan tinggal nya dimana, dan yang saya tau, dia sudah tak lagi tinggal satu kota dengan saya, dalam keadaan yang seperti itu saya merasa sepi dan merasa kehilangan karena hanya dapat berteman dengan nya selama enam tahun. Dan saya harap esok lusa atau nanti saya bisa berjumpa dengan nya dalam keadaan yang saya ingin kan dalam keadaan dia ingat akan sosok diriku dan akan persahabatan kami yang telah kami jalin selama ini,dan saya berharap dia tak melupakan sayta sebagai sahabat kecil nya dulu yang pernah bersama sama dengan nya dalam keadaan susah senang, sedih. Dan saya harap dia tak akan melupakan pesahabatan nya dengan saya yang telah lama terjalin.

Hadiah Terakhir


        
    Seorang anak yang berumur 12 tahun yang bernama Dita dilahirkan dari keluarga yang sangat sangat sederhana kalau dilihat dari segi ekonominya, ia dilahirkan pada bulan Febuari, dia  2 bersaudara hanya memiliki kakak yang bernama Lina tidak sayang dengannya dan sering iri terhadap adiknya yang terlalu disayang oleh kedua orangtua nya. Pada saat hari kelahiran kakaknya tiba orangtua mereka hanya membuat kue untuk perayaan ulang tahun  Lina, adiknyapun ikut membantu dan tidak menyimpan rasa dendam sedikitpun terhadap kakaknya, justru dia sangat sayang terhadap kakaknya.
            Keesokkan  tiba hari dimana perayaan  ulang tahun kakaknya pun dimulai, teman teman adiknya pun ikut serta memeriahkan pesta kecil kecilan tersebut, adiknya tidak bisa memberikan  hadiah yang terlampau  mewah dan mahal, dia hanya bisa memberikan doa di hari ulang tahun kakaknya, orangtuanya pun tidak bisa memberi hadiah untuk Lina, mereka hanya bisa merayakannya saja itu sudah mereka bilang hadiah yang berharga untuk Lina. Malam tiba dan pesta pun usai semua beres beres dan bersih bersih atas pesta tadi siang, Lina hanya bisa cemberut karna ia sangat mengharapkan kado dari kedua orangtuanya, kalo diminta terus menerus itupun hanya sia sia dan tidak akan di beli karna keadaan ekonomi.
            5 bulan kemudian, kembali ke adiknya Dita yang berulang tahun ke-13, tentunya dia anak bungsu dan dia juga anak yang disayang orangtua nya pasti mewah dirayakan pestanya, Dita tidak mengharapkan kado dari kedua orangtuanya dia hanya mengharapkan doa dan ucapan dari kedua orangtuanya tidak seperti Lina kakaknya yang tidak tau terima kasih terhadap kedua orangtuanya. Saat itu pesta pun berjalan dengan lancar, sore pun tiba Dita mendapatkan kado spesial dari kedua orangtua nya, dia pun terharu melihat orangtua nya memberikan  kado yang begitu sederhana tetapi sangat berguna untuk dia kesekolah, dia diberikan sepeda yang harganya tak semahal dan tak sebagus sepeda teman temannya disekolah. Dia sangat berterima kasih dan bersyukur kepaada kedua orangtuanya. Sedangkan kakaknya Lina pun kecewa dan sedih melihat apa yang dilakukan kedua orangtuanya itu terhadapnya, bagi Lina mereka berdua pilih kasih terhadap anak anaknya, padahal Lina terakhir kali mendapat kado 15 tahun yang lalu dari kedua orangtuanya, kenapa mereka lebih sayang sama anak bungsu ketimbang anak pertama, Lina pun terus bertanya tanya didalam hatinya sambil meneteskan air matanya yang tak terbenedung lagi. Dia pun langsung  bergegas lari ke kamar.
            Keesokkan harinya, senin pun tiba dan Dita pun pergi kesekolah  memakai sepeda kado pemberian kedua orangtuanya, sedangkan Lina dari semalam tidak mau keluar dari kamar dan tidak mau sekolah, ibunya pun bertanya tanya ada apa dengan Lina, tidak lama kemudian Lina pun keluar dai kamar setelah dipanggil terus menuerus oleh ibunya dari luar, Lina pun masih meneteskan air matanya, ibunya pun  heran  melihatnya, dan beribu pertanyaan yang dilimpahkan ke Lina tetapi Lina hanya diam saja. Tak lama ibunya diam  tak sekata patah pun berbicara, akhirnya Lina pun berkata didepan  ibunya apa yang ada di pikiran ibunya terhadap anaknya, kenapa ibunya selalu sayang sama Dita, dan tak lama Lina mengeluarkan isi hatinya ibunya pun membawa Lina untuk duduk di meja makan dan mereka hanya berbicara berdua, ibunya pun menasehati Lina untuk menjadi lebih dewasa lagi , dan harus mengalah terhadap adiknya yang masih kelas 1 SMP, sedangkan dia sudah kelas 3 SMA sewajarnya kan Lina tidak lagi untuk iri terhadap adiknya sendiri.

            Hari minggu pun tiba dimana semua sekolah libur, Dita pun datang ke kamar kakaknya untuk meminta maaf dan kakaknya pun meminta maaf kepada adiknya yang selama ini tidak saling tegur sapa, mereka pun bepelukkan satu sama lain sambil menangis.